Selasa, 26 Februari 2013

Mass Media vs Social Media = AHER-DEMIZ





1. Mass media vs Social media = kemenangan AHER-DEMIZ

2. Boleh juga dong pekerja sosial komen tentang kemenangan AHER-DEMIZ

3. g seratus % bener tpi ya se nga nya ini apa y dilihat n dirasa

4. Sebagai salah satu warga JABAR n ini pertama kali ikutan pilgub karena pilgub 2008 g masuk DPT.liat perkembangan model kampanye dasyat jg

5. y menggelitik justru pilgub dimenangkan oleh calon y diusung partai y abis ditimpah musibah

6. Mass media habis-habisan menghajar PKS dgn sorotan tajam k LHI y diduga korupsi

7. jadi inget tulisan Gus Mus "pers kayanya kok persis dgn penyair zaman jahiliyah tempo doloe"

8. Hampir2 Mass media jadi kaya Asy'ab tokoh lucu legendaris Arab nyebar berita undangan pesta palsu ketika khlayak dateng dia ikut percaya

9. sebelum ngetren socmed, mass media meluncur kaya selancar g ada penghadang sama sekali, jelas itu berbahaya

10. Alhamdulillah kita bersyukur sekarang ada penyeimbangnya. ini mungkin y dimaksud syeikh Zakaria "sunah tadafu' " waktu ngampus d Nuaimy

11. kembali ke laptop lagi nih gan...pilgub JABAR bagi ane kemenangan socmed atas mass media...

12. AHER dgn PKSnya jelas bukan media darling n lawan2nya sangat terbantu dikompetisi pilgub dgn media y banyak memberitakan hal y negative

13. seolah jadi pembenaran saat kampanye terakhir pasangan AHER-DEMIZ digasibu pas nonton berita d tv g disiarin n pasangan lain disiarin

14. Padahal itu ane taksir puluhan ribu y dateng malah bisa jadi ratusan ribu, jauh lebih banyak dari kampanye pasangan laen y disiarin itu

15. heran juga sih 90 lebih penghargaan y disabet AHER belum cukup untuk jadi darlingnya mass media...

16. beruntung Partai pengusung punya pasukan luar biasa di dunia maya...PKS y ane tau sampe tingkat Kelurahan ada y udah punya akun socmed

17. jangan2 nanti 2014 sampe tingkat RW/RT punya akun khusus tuk kemenangan pemilu legislatif. terus selalu dukunglah tuk kebaikan bersama

18. jelas socmed punya dampak luar biasa dewasa ini. di pilgub jabar 2013 AHER-DEMIZ pemenangannya

19. Selamat atas kemenangannya n jangan lupa janji2nya saat kampanye... wabil khusus lap. Gedebage tuk persib aing, aing pisan ^_^

20. Dari JABAR untuk INDONESIA.. Salam hangat pekerja sosial semoga di masa kepemimpinan AHER-DEMIZ Peksos bisa semakin menunjukan tajinya.

Rabu, 19 Desember 2012

Berkah Evakuasi


Bahagia yang membuat tersenyum dan tragis yang membuat mata tak mampu membendung airnya adalah bagian dari sepenggal cerita yang pasti dialami setiap anak cucu adam. Tahun 2011 adalah tahun bersejarah bagi dunia arab, dimulai dari tunisia kemudian mesir terjadi revolusi dan pada akhirnya juga terjadi di libya. Saya jadi teringat satu ungkapan musibatu kaumin likaumin fawaidu “musibah yang terjadi pada satu kaum bagi kaum yang lainnya menjadi keberkahan tersendiri”.
Gejolak sosial politik yang terjadi di dunia arab atau biasa dikenang sebagai arab spring musim seminya dunia. Saya diantara yang menjadi saksi hidup dan satu diantara ratusan mahasiswa timur tengah yang secara terpaksa harus meninggalkan kampus tempat saya menuntut ilmu. Tak sedikitpun terbesit dalam pikiran dan mungkin juga tak ada yang menyangka semua kejadian luar biasa terjadi disaat saya masih seumur jagung menginjakan kaki di libya.
Evakuasi
Pada akhir Februari saya menyaksikan Kampus mulai sepi walau tak sunyi karena kegalau tampak dan kegaduhan terdengar. satu persatu teman mulai terlihat mengurus kepulangan kenegaranya masing-masing. Teman-teman dari eropalah yang  tak banyak lagi terlihat kampus karena negaranya sudah menyediakan fasilitas untuk kepulangan warganya sejak hari-hari awal revolusi rakyat libya. Disusul teman-teman china, malaysia, dan beberapa dari negara afrika. Indonesia bukan termasuk kelompok awal yang meninggalkan kampus karena seperti biasa kita perlu mendiskusikan dulu langkah yang kita ambil. Kita perlu menimbang maslahat dan mudhorotnya dan keluarlah keputusan untuk kita evakuasi.
Dan Cerita perjalanan evakuasi bersama masyarakat indonesia yang tinggal dan bekerja di libya adalah cerita yang tidak kalah mengharukannya jika diceritakan, 2 hari tertahan di bandara internasional tripoli libya menunggu pesawat menuju tunisia, disana saya dapatkan pengalaman yang akan saya ceritakan nantinya tentang kebersamaan, tanggungjawab dan karakter berbagai bangsa disaat sulit. Turki dan mesir misalnya yang begitu bersahaja disaat makan, disaat sama-sama merasakan lapar bagaimana mereka membagi-bagikan makanan secara merata dan dibagikna juga pada siapa saja yang berada disamping kanan-kirinya tidak saja saudara sebangsa. atau orang-orang Korea yang begitu rapih dan terkodinir luar biasa teraturnya. Semua adalah pelajaran teramat berharga. 

Mencari keberkahan yang tersembunyi
Diantara mereka yang evakuasi ada yang Allah segerakan untuk lebih awal mengabdikan dirinya untuk umat dan bangsa, diantara mereka yang evakuasi ada yang Allah berikan kesempatan untuk memperkaya pengalamannya dalam dunia pendidikan selagi semangat itu tak pernah meredup dan diantara mereka yang evakuasi ada yang Allah cepatkan meyempurnakan agama, semua adalah cara hebat luar biasa dari langit.   
Ada Seorang teman selepas pulang dari Libya karena perang dan kemudian dievakuasi sesampainnya di kampong halamannya langsung saja disibukan dengan berbagai aktifitas keumatan dan sosial disaat teman-teman yang lainnya masih sibuk mengurus kelanjutan studynya. Mengurus surau, membimbing santri, dan mengisi pengajian masyarakat adalah berkah tersendiri yang Allah awalkan untuk dia tak semua bisa mendapatkan kesempatan mulia ini atau memilih jalan ini.
Ada lagi teman yang begitu bersyukurnya mendapatkan peluang melanjutkan studynya. Berjaket kuning boleh jadi dambaan banyak pelajar dan mahasiswa. Dan peluang ini didapatkan dengan cara yang sangat mudah yaitu hanya karena menjadi korban perang. Begitulah Allah berikan berkah dibalik musibah.
Satu lagi yang ingin kita dengar adalah banyaknya teman yang mengganti profil picnya dengan foto saat menikah atau foto bersama anaknya. Seorang teman menceritakan “Alhamdulillah betapa bersyukurnya saya jika tak ada evakuasi sulit rasanya bisa dekat dengan keluarga yang selama ini terpisah, masa-masa jauh dari istri adalah cobaan berat bagi pengantin baru dan sekarang Allah karuniakan si buah hati yang akan jadi mujahidah insyaAllah”. Itulah kenapa teman yang baru saja menikah kemudian meninggalkan istrinya kita selalu berikan julukan si raja tega.
Ini sedikit dari serpihan yang terserak dan dikumpulkan dalam narasi kecil yang ingin ku sampaikan. Mensyukuri apa yang ditaqdirkan dan berusaha menjadi yang terbaik dalam semua keadaan adalan mimpi yang harus mewujud.