Bahagia yang membuat tersenyum dan tragis yang membuat mata tak mampu membendung airnya adalah bagian dari sepenggal cerita yang pasti dialami setiap anak cucu adam. Tahun 2011 adalah tahun bersejarah bagi dunia arab, dimulai dari tunisia kemudian mesir terjadi revolusi dan pada akhirnya juga terjadi di libya. Saya jadi teringat satu ungkapan musibatu kaumin likaumin fawaidu “musibah yang terjadi pada satu kaum bagi kaum yang lainnya menjadi keberkahan tersendiri”.
Gejolak
sosial politik yang terjadi di dunia arab atau biasa dikenang sebagai arab spring musim seminya dunia. Saya
diantara yang menjadi saksi hidup dan satu diantara ratusan mahasiswa timur
tengah yang secara terpaksa harus meninggalkan kampus tempat saya menuntut
ilmu. Tak sedikitpun terbesit dalam pikiran dan mungkin juga tak ada yang
menyangka semua kejadian luar biasa terjadi disaat saya masih seumur jagung
menginjakan kaki di libya.
Evakuasi
Pada
akhir Februari saya menyaksikan Kampus mulai sepi walau tak sunyi karena
kegalau tampak dan kegaduhan terdengar. satu persatu teman mulai terlihat
mengurus kepulangan kenegaranya masing-masing. Teman-teman dari eropalah
yang tak banyak lagi terlihat kampus
karena negaranya sudah menyediakan fasilitas untuk kepulangan warganya sejak
hari-hari awal revolusi rakyat libya. Disusul teman-teman china, malaysia, dan
beberapa dari negara afrika. Indonesia bukan termasuk kelompok awal yang
meninggalkan kampus karena seperti biasa kita perlu mendiskusikan dulu langkah
yang kita ambil. Kita perlu menimbang maslahat dan mudhorotnya dan keluarlah
keputusan untuk kita evakuasi.
Dan
Cerita perjalanan evakuasi bersama masyarakat indonesia yang tinggal dan
bekerja di libya adalah cerita yang tidak kalah mengharukannya jika diceritakan,
2 hari tertahan di bandara internasional tripoli libya menunggu pesawat menuju
tunisia, disana saya dapatkan pengalaman yang akan saya ceritakan nantinya
tentang kebersamaan, tanggungjawab dan karakter berbagai bangsa disaat sulit.
Turki dan mesir misalnya yang begitu bersahaja disaat makan, disaat sama-sama
merasakan lapar bagaimana mereka membagi-bagikan makanan secara merata dan
dibagikna juga pada siapa saja yang berada disamping kanan-kirinya tidak saja
saudara sebangsa. atau orang-orang Korea yang begitu rapih dan terkodinir luar
biasa teraturnya. Semua adalah pelajaran teramat berharga.
Mencari keberkahan yang
tersembunyi
Diantara
mereka yang evakuasi ada yang Allah segerakan untuk lebih awal mengabdikan dirinya
untuk umat dan bangsa, diantara mereka yang evakuasi ada yang Allah berikan
kesempatan untuk memperkaya pengalamannya dalam dunia pendidikan selagi semangat
itu tak pernah meredup dan diantara mereka yang evakuasi ada yang Allah
cepatkan meyempurnakan agama, semua adalah cara hebat luar biasa dari langit.
Ada
Seorang teman selepas pulang dari Libya karena perang dan kemudian dievakuasi sesampainnya
di kampong halamannya langsung saja disibukan dengan berbagai aktifitas
keumatan dan sosial disaat teman-teman yang lainnya masih sibuk mengurus
kelanjutan studynya. Mengurus surau, membimbing santri, dan mengisi pengajian masyarakat
adalah berkah tersendiri yang Allah awalkan untuk dia tak semua bisa
mendapatkan kesempatan mulia ini atau memilih jalan ini.
Ada
lagi teman yang begitu bersyukurnya mendapatkan peluang melanjutkan studynya.
Berjaket kuning boleh jadi dambaan banyak pelajar dan mahasiswa. Dan peluang
ini didapatkan dengan cara yang sangat mudah yaitu hanya karena menjadi korban
perang. Begitulah Allah berikan berkah dibalik musibah.
Satu
lagi yang ingin kita dengar adalah banyaknya teman yang mengganti profil picnya
dengan foto saat menikah atau foto bersama anaknya. Seorang teman menceritakan
“Alhamdulillah betapa bersyukurnya saya jika tak ada evakuasi sulit rasanya bisa
dekat dengan keluarga yang selama ini terpisah, masa-masa jauh dari istri
adalah cobaan berat bagi pengantin baru dan sekarang Allah karuniakan si buah
hati yang akan jadi mujahidah insyaAllah”. Itulah kenapa teman yang baru saja
menikah kemudian meninggalkan istrinya kita selalu berikan julukan si raja
tega.
Ini
sedikit dari serpihan yang terserak dan dikumpulkan dalam narasi kecil yang
ingin ku sampaikan. Mensyukuri apa yang ditaqdirkan dan berusaha menjadi yang
terbaik dalam semua keadaan adalan mimpi yang harus mewujud.







