Selasa, 13 Maret 2012

Mencari Abdurrahman Bin Auf abad 21

Mencari Abdurarahman bin auf abad 21?
Oleh : MUHAMMAD DIC HIDAYAT R

Kamis sore 1 maret saya duduk berdiskusi bersama beberapa teman di peletaran masjid al jihad unpad dipati ukur. Saya tersentak kagum dengan ungkapan guru kami ustadz tiar, beliau mengungkapakan satu fakta yang sangat luar biasa yang ternyata sudah sangat biasa terjadi di kalangan sahabat Rasulullah SAW ketika itu, yaitu melempar ‘ular bisa’ hartanya untuk berinfaq, bershadaqah dalam perjuangan jihad di jalan Allah SWT. Dan yang fenomenal adalah wasiat dari seorang abdurrahman bin auf Ra. dimana sang sahabat mewasiatkan untuk memberikan harta peninggalannya untuk para istri Rasulullah SAW yang masih hidup masing-masing sebesar 12000 dinar, angka yang sangat fantastis menurut saya, pasalnya wasiat dalam hukum syariat islam tidaklah boleh lebih dari sepertiga harta yang dimiliki. Berarti itu menunjukan kekayaan yang dimiliki abdurrahman bin auf Ra. Teramatlah besar.
Ada banyak cerita tentang abdurrahman bin auf Ra. Namun, yang kita kenal dari beliau adalah  satu diantara sahabat yang dijamin oleh Rasulullah SAW masuk surga. Dan kelebihan dari sang sahabat adalah seorang pengusaha kelas wahid di jazirah arab ketika itu. Yang Dengan enteng menginfakan hartanya dan dengan mudah pula melipat gandakan harta yang lebih banyak dalam waktu yang mungkin tidaklah terlalu lama. Satu prinsip luar biasa “kebahagian ketika memberi bukan ketika memiliki”.
Satu hal yang terus melintas dalam benak saya adalah adakah abdurrahman bin auf saat ini..? adakah abdurrahman bin di abad 21 ini..? Dahulu permasalahan sosial mungkin tidaklah serumit seperti yang kita hadapi dewasa ini. Dalam pendataan penyandang masalah kesejahteraan sosial saja yang di keluarkan oleh departemen sosial Republik indonesia menunjukan pada kita semua, yang masuk dalam kategori penyandang permaslahan. Ada sekitar 22 kategori penyandang permasalahan Dan 22 penyandang permasalahan adalah angka yang tidak sedikit. Dengan APBN yang hanya 0.3 % mampukah pemerintah menyelesaikan permasalahan ini sendiri.? Ini sebuah pertanyaan yang juga tantang tuk kita semua.
Jika dahulu dizaman Rasulullah SAW. Diantara sahabat yang di jamin masuk surge, hanya tersisa Ali bin abi thalib Ra. Dan Bilal bin rabah Ra. Yang termasuk kalangan sahabat yang miskin harta. Itu artinya perbandingan 80% mereka yang kaya dan 20% mereka yang masuk kategori miskin. Maka, mampulah atau bahkan dengan sangat mudah sahabat yang lain untuk menanggungnya meskipun mereka yang hendak dibantu menolak karna muru’ah seorang muslim menjadi dasar dan mendominasi kehidupan para sahabat Rasulullah SAW.
Pada posisi inilah yang harus diisi oleh para pengusaha yang memiliki super egonya  lebih tinggi daripada id nya. Orang-orang baik semakin dibutuhkan disaat permasalahan di dunia itu semakin banyak, semakin kompleks dan semakin rumit. Kemiskinan memang sudah ada sejak zaman dahulu. Akan tetapi kemiskinan saat ini sudah berada pada titiknya yang terumit. Wanita rawan sosial ekonomi pun dari hari ke hari semakin menjamur. Belum lagi pecandu NAPZAnya yang membutuhkan penanganan super khusus dan intens, kemudian juga korban bencana alam dan sosial yang reda disepanggal waktu muncul kembali diwaktu yang tak begitu jauh dengan waktu sebelumnya.
Dengan data yang sudah seharusnya mampu membuat kita untuk juga ikut mengambil peran strategis dalam penyelesaian masalah bangsa, dan bangsa ini adalah sebagian besarnya adalah umat islam. Maka, peran para pengusaha muslim menjadi sangatlah penting dalam konteks kekinian, disini dan masa yang akan datang.
Maka, peran seorang pengusaha dalam pembangunan manusia adalah layaknya seorang ayah terhadap anaknya yang selalu mengayomi, layaknya seorang syeikh terhadap murid yang selalu membina, layaknya seorang pekerja social terhadap kliennya yang bermasalah yang senantiasa mencarikan solusi hingga mampu mengembalikan keberfungsian sosialnya. Modal social memanglah penting. Namun, modal financial juga tak bolehlah kita lupakan.
Mungkin kitapun akan terkejut dengan statement seorang pengusaha ternama bangsa ini arifin panigoro, iya membuat semacam analisys warning. Yang diungkapkan Dalam sidang senat terbuka ITB yang dipimpin Rektor ITB, beliau mengemukakan, “bangsa Indonesia kini tengah mengalami entropi. Yaitu sebuah kondisi atau ukuran kekacauan yang sulit untuk dipecahkan. Persoalan seolah kian banyak yang terus mengimpit tanpa pemecahan, belum lagi tiga tantangan terbesar di masa depan yang harus dihadapi: ketahanan energi, pangan, dan lingkungan hidup”. Maka, tuk merebut masa depan kita butuh masayrakat entrepreneurial.
Saat ini siapa yang mampu mengatakan seperti yang dikatakan seorang Abdurrahman bin auf Ra. Ketika ditanya dan ditawarkan oleh salah seorang sahabat ketika setibanya di madinah. “wahai sahabat ku apa yang kamu inginkan. Aku memiliki ladang yang lebih dari satu. Jika kamu menginginkan ambillah sebagian untuk kebutuhan hidupmu.? Ungkapnya. Tapi yang terucap dari Abdurrahman bin auf sebagai jawaban dari tawarannya adalah “tunjukkanlah pada ku jalan menuju pasar”. sebuah jawaban terunik yang pernah ada dalam sejarah manusia dan kemanusiaan. Ini adalah sebuah komitmen dari sebuah prinsip yang sesungguhnya telah ada dalam kearifan local bangsa arab atau mungkin semua bangsa yang ada di dunia ini yang kita dengar dari sebuah ungkapan “faqidus syai’ ma yu’tih”. Seseorang yang tak memiliki apapun takkan mungkinlah ia dapat memberikan sesuatu.
Jawaban dari judul diatas hanyalah kita yang mampu tuk menjawab. Siapa Abdurrahman bin auf abad 21? Siapa pengusaha muslim yang kontribusinya mampu dirasakan orang banyak saat ini? Bisa anda, dia atau pun saya.


2 komentar:

  1. bismillah,
    assalamua alaikum wr.wb akhi.?
    kaif khaluk?
    syukron jiddan atas notenya ya,..doakan and yakinlah, insyaAllah SAYA yang nantinya akan menjadi sahabat Abdurrahman bin auf, motivator and leader bisnis sya setelah Rasulullah saw adalah beliau sahabat abdurrahman bin auf.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumussalam,,..amien,,...semua niat baik yang kita usahakan pastikan di jawab oleh ALLAH...ana yakin ntum kan jadi penerus sahabat Rasulullah SAW...

      Hapus