Selasa, 25 Oktober 2011

AKANKAH LANGIT MENURUNKAN HUJAN EMAS


Akankah langit menurunkan hujan emas
Oleh : eldick Muhammad
Satu waktu sayyidina umar bin khattab r.a memarahi seseorang yang hanya duduk termangu atau mungkin juga hanya berdoa agar Allah swt menurunkan rizqi NYA sementara ia tak mau bergegas dari masjid. Seakan ia lupa dengan pesan baginda Rasullah SAW  “ikatlah dahulu untamu kemudian tawakallah”.
Sebuah Logika yang tepat, ya. Mungkin inilah, hingga imam hanafi mengatakan  hanya kememampuan mencipta daya materi yang membuat para ulama mampu secara istiqomah mempertahankan izzahnya. suaranya adalah murni suara dari langit berdasar ilmu, tanpa harus menoleh sedikitpun pada kemilau harta.
Tinggallah satu pertanyaan tuk kita semua, dengan cara apa kita dapat mencipta daya materi..??? sebuah pertanyaan yang membuat kita harus mencari jawabannya. Dan ternyata sejarahlah yang memberikan kepada kita jawabannya. Dalam sejarah Rasulullah SAW, beliau menikah dengan Siti Khadijah ra. dan mempersembahkan mahar yang sangat luar biasa (20 ekor unta). Maka, sang paman Abi Thalib pada saat memberikan khutbah nikahnya mengatakan “quraisy pun harus mengetahui bahwa Muhammad adalah orang yang mulia di antara kalian”.
Angka 20 adalah angka yang besar, dari mana mendapatkannya..??? dan  sebuah fakta bertutur  bahwa keluarga Rasulullah SAW adalah keluarga saudagar. Pengusaha kelas wahid di mekkah.
Dan pada satu peperangan yang biasa di kenal oleh ahli sejarah sebagai peperangan u’sr “perang yang sangat sulit”, menyisakan cerita  cerita kedermawanan dari para sahabat, Abu Bakar Ash shidiq ra. yang menginfaqkan seluruh hartanya, Umar bin Khattab ra. Yang menginfaqkan setengah hartanya dan Utsman bin Affan ra. Menginfaqkan sebagian besar hartanya. Ini bukanlah sebuah dongeng, ketika kebanyakan orang menggenggam mereka justru melempar, ketika kebanyakan orang sedih kehilanggan harta mereka justru mensyukuri karna mendapatkan kesempatan memberi kontribusi pada proyek amal islami.
Dan lagi-lagi sejarah bertutur, harta yang mereka infaqkan murni hasil keringat dan kepiawaian, karna mereka adalah manusia-manusia yang memiliki kemampuan dan daya cipta materi diatas rata-rata, sama halnya ketika Abdurrahman bin auf ra. Ditanya ketika baru tibanya kaum muhajirin di madinah, apa yang kamu butuhkan? Pertanyaan dari seorang sahabat yang telah tertarbiyah dengan baik, sebuah bentuk perhatian yang tulus antara saudara. Maka, Beliau menjawab dengan penuh kepercayaan diri “tunjukilah aku jalan menuju pasar”. Hanya itu, ya hanya itu.
 Dan diantara teori keberfungsian social adalah manusia  mampu menyelesaikan permasalahan secara mandiri, dan itu hanya mungkin dilakukan ketika ia mampu memaksimalkan segala potensi yang ia miliki, dan potensi ini hanya akan mampu berjalan ketika ia bergerak dan ketika ia bergerak, keberkahanlah yang juga akan mengiringi.
Maka, cerita tentang keberhasilan seseorang yang berlimpah harta, popularitas, dan seluruh bentuk lainnya, atau bahkan keberhasilan seorang pemuda yang mendapatkan gadis yang di impikannya seperti arai yang mendapatkan zakiah nurmala dalam sang pemimpi karya andrea hirata adalah sepenuhan cerita tentang usaha, upaya, keringat, letih, lelah, perjuangan dan pengorbanan Bukanlah harap dan diam. “Akankah langit menurunkan hujan emasnya???” .  Allahu a’lam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar