Selasa, 25 Oktober 2011

LEKAT SEPANJANG MASA


Lekat sepanjang masa
Pagi ini terasa udara tripoli sangat menyejukan, pulang kami dari masjid begitu menikmati pintu hari yang sangat indah, semilir angin pesisir pantai laut mediterania sungguh lembut melambai-lambai.
Setiba kami dirumah, ya rumah yang sangat berarti bagi kami disini kami belajar banyak hal, rumah orang tua kami di Libya. Istirahat sejenak duduk santai mengobrol dengan akh siddiq, akh abdan dengan banyolan khas masing-masing dari mereka terasa kedekataan ukhuwah mungkin inilah buah dari pembinaan kita selama ini, duduk berkelompok 5,6,7 anggota setiap pekan menghasilkan sesuatu yang sangat berharga.
Sekitar pukul Sembilan pagi ibu memulai tuk menyediakan sarapan kami pa indra, omar, akh siddiq, akh abdan dan saya. Seperti biasa membanyol adalah menu pembuka, s mbil menunggu mie sedap coba iseng ku bertanya bagaimana membuat telor asin ke ibu. Ibu menjawab dengan santai, “ya kamu redam aja pake garam sebulan. Tuh liat dik mau nikmati telor asin yang abisnya ga’ sampe lima menit aja butuh satu bulan tuk proses, apalagi tuk seumur hidup”.
Ya.. Itu pesan singkat penting yang membuat kami semua senyam-senyum sedikit tak karuan ketika mendengar. Maklumlah, kami anak-anak muda yang memang masanyalah tuk menentukan sebuah pilihan. Bagi kami ini termasuk hal penting yang tak boleh kita sepelekan. Namun, tak boleh pula kita larut.
Dan satu hal lagi kawan, pilihan kita haruslah benar. Pendamping hidup sepanjang masa. Cobalah simak sebuah riwayat “waro a adhimin imro’ah”(dibalik manusia besar selalu ada wanita besar yang selalu mendampingi). Bagi kita wanita adalah kemuliaan, disaat dahulu para intelek eropa berkesimpulan akhir bahwa bwanita adalah manusia syaitan dengan segala kedangkalan ilmunya.. Justru Rasulullah sholallah alaih wassalam, menasihati umatnya untuk berbuat baik dan yang terbaik tuk memuliakan wanita, “istausu bin nisa I khoiron” ucapnya..
By: Eldick ratuloly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar